Minggu, 03 Juni 2012

KOPI
Tradisi minum kopi telah membudaya dan bagian dari kebutuhan manusia terutama pecandu minuman bercafein ini. Sejarah telah mencatat bahwa ribuan tahun yang lalu manusia telah mengenal  biji kopi dan minum kopi. Meminum kopi terutama saat panas akan memanjakan peminumnya. Para laki-laki tampak makin macoo dan gagah dengan segelas kopi. tradisi minum kopi tampaknya bukan identik dengan masa usia senja tetapi para muda juga asyik dan gagah dengan kopi. Minum kopi tidak hanya menambah jiwa muda, bersemangat dan hilang kantuk tetapi dapat melahirkan aspirasi dan imajinasi yang positif. Kini teknologi kopi terus berkembang seiring dengan tuntutan selera. KOPI memang membawa orang terbang tinggi tetapi jauh dari kesan "fly". Selamat menikmati kopi ......................................

Minggu, 11 Maret 2012

Ihklas berbuah Onta

Ikhlas berbuah onta

Di pagi yang cerah tatkala matahari memberi rasa hangat tampak Syayidatina Fathimah al zahroh putri Rasulullah SAW tengah menjahit baju sahabat Salman al Farisi. Dia tengah mengerjakan pekerjaan menjahitnya ditungguhi pemiliknya yakni Salman. Fathimah harus menyelesaikan pekerjaannya dengan menerima imbalan 100 dirham, Dari uang jerih payahnya itu ia telah merencanakan untuk membeli makanan dan pakaian untuk ke dua hatinya Hasan dan Husen. Tiba-tiba Ali bin Abi Tholib RA suaminya datang mengetuk pintu dan mengucapkan salam :
"assalamualaikum warohmatullah". Setelah Ali masuk kedalam rumah beliau menyapa tamunya dan bercengkerama sesaat dengan istrinya : " istriku, apakah ada makanan hari ini  untuk suamimu ? ". Fathimah menjawab : "Maaf kakanda, hari ini belum ada makanan untuk engkau, saya hanya punya uang 100 dirham dan itupun untuk ke dua putra kita yang seharian ini belum makan dan sekedar membelikan pakaian". "Baiklah.. tidak apa ..?" jawab Ali dengan sabar. "Jika demikian izinkan saya yang membelanjakan uang tersebut untuk Hasan dan Husen" tanya Ali.
Fathimah segera menyetujui dan menyerahkan 100 dirham kepada suaminya. Berangkatlah Ali ke pasar untuk membelanjakan uang tersebut. Ditengah perjalanan, Ali bertemu dengan seseorang yang tengah berdiri lunglai, buta dan tengah berbicara sambil mengadahkan tangannya. "Barangsiapa yang mau bersedekah kepadaku maka Allah akan memberikan balasan yang besar" kata orang tersebut yang ternyata adalah peminta-minta.
Tanpa pikir panjang Ali segera mendekat dan memberikan uang 100 dirham tersebut kepada pengemis tersebut. Beliau sangat iba dan tidak tega dengan nasib orang tersebut. Pulanglah Ali bin Abi Tholib ke rumahnya. Tentu saja perbuatan Ali menyebabkan keheranan bagi Fathimah. "Wahai suamiku, kau sudah datang. sudahkan kau belanjakan uang tadi untuk anak-anak kita"?. Ali  menunduk dan bingung dengan apa ia menjawabnya. "Ada apa kanda" ? tanya istrinya. Dengan sedih Ali menceritakan semua peristiwa yang ia alami dengan pengemis itu. " Baiklah kanda, saya ikhlas, mungkin 100 dirham itu bukan rezeki anak kita" jawab istrinya penuh sabar maeski ia harus meneteskan air mata mengingat Hasan dan Husen belum makan. Tidak seberapa lama Ali berpamitan pada istrinya. "mau kemana lagi kanda/" tanya Fathimah. " Saya mau bersilaturrahmi ke rumah Baginda Rasulullah SAW ". Tidak berselanglama Ali pergi ke rumah Rasululullah dan menceritakan semua kejadian di rumahnya dan setelah itu beliau berpamitan untuk kembali kerumah Fathimah. Di perjalanan pulang Ali RA bertemu dengan seorang laki-laki yang tengah membawa onta dan menawarkan onta tersebut kepada Sahabat Ali. " Belilah onta ini wahai sahabat Ali " ?. Beliau lalu menjawab :"Mohon maaf saya tidak memiliki uang se- Sen pun untuk membeli ?". Penjual onta menjawab : "belilah onta ini dengan cara hutang, jika sudah ada uang kau boleh melunasinya ". "Berapa harganya" tanya Ali. "200 dirham" jawab penjual. "Baiklah jika engkau ikhlas, saya akan membelinya dengan hutan" jawab Ali. Setelah itu Ali berjalan membawa ontanya untuk dibawa pulang. Pada pertengahan perjalanan ia dihadang seseorang yang menanyakan kepadanya. "Wahai Ali, apakah onta itu hendak kau jual... berapa ?". Ali terkejut dan menjawab tawaran tersebut. "Benar., onta ini akan aku jual dengan harga 300 dirham". "Baiklah saya setuju dan aku akan membeli onta itu " kata laki-laki tersebut. Ali bin Abi Tholib bersyukur kepada Allah SWT ternyata Allah telah mengganti semuanya dan benar apa yang dikatakan oleh pengemis yang pernah ditemuinya. Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan perbuatan ikhlas akan mendapat balasan dari Allah SWT. (Dikisahkah lagi oleh HAM diambil dari cerita Aisyah RA)