KATA PENGANTAR
Indonesia
dikenal sebagai Negara Maritim karena sebagian besar wilayahnya terdiri dari
laut yang mengelilingi pulau-pulau besar dan kecil, sehingga Indonesia disebut
juga sebagai negara kepulauan, karena terdiri dari 13000 pulau besar dan kecil
yang membentang dan bertebaran dari Sabang sampai Merauke. Berbagai macam jenis
flora dan fauna juga tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hutan tropis yang
terhampar di Negeri Katulistiwa ini menyimpan berjuta macam jenis tanaman yang
dapat digolongkan kedalam berbagai klasifikasi misalnya kelompok pangan yaitu
padi, jagung dan buah-buahan. Kelompok sandang misalnya tanaman kapas dan
kelompok industri, misalnya Pohon Jati, Sengon, rotan dsb. Kelompok
tanaman sedap-sedapan juga cukup tersedia misalnya tembakau dan rempah-rempah
serta obat-obatan misalnya jahe, kunyit dan sebagainya.
Berbagai jenis hewan yang dilindungi
antara lain harimau, gajah, orang utan, badak dan kelompok reptilia / komodo
serta satwa lain yang telah dibudidayakan.
Kekayaan
alam yang tak kalah penting yang harus di lindungi adalah ekosistem laut. Laut
merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup dan
hajat manusia termasuk satwa laut, apabila kekayaan laut tersebut dikelola
dengan baik maka dapat menopang kekuatan ekonomi Bangsa Indonesia yang
sedang terpuruk. Devisa negara non migas dari laut kita mampu menyelamatkan
kondisi perekonomian Tanah Air menuju bangsa yang mandiri terutama
mengantisipasi terhadap pengaruh pergerakan krisis ekonomi global. Kekayaan
migas misalnya minyak mentah yang dihasilkan dari dasar perairan di lepas
pantai. Disamping itu laut dapat dimanfaatkan oleh manusia khususnya
masyarakat nelayan terlatih sebagai
tempat mata pencaharian utama misalnya menangkap ikan dan usaha niaga laut
lainnya.
Ikan
sebagai salah satu sumber kekayaan utama laut merupakan sumber ekonomi untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Berbagai jenis ikan dan aneka
tambang misalnya minyak mentah dan batubara dapat digali dari dasar perairan
laut kita. Pesona laut berupa pantai merupakan obyek wisata yang mampu menambah
devisa negara sehingga diharapkan mampu
membantu merampungkan pembangunan
nasional lima
tahunan maupun jangka panjang. Laut juga dapat dijadikan sebagai sarana menghubungkan antara pulau yang satu dengan
pulau yang lain sehingga tercipta sarana transportasi laut yang kuat dan
modern. Seluruh potensi laut tersebut harus dikelola dengan baik dan
profesional agar dapat memberikan kesejahteraan sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia, oleh karena itu usaha
untuk memberikan kesejahteraan dari kekayaan laut salah satunya adalah menjaga
dan menyelamatkan laut dari berbagai kerusakan misalnya pencemaran dan
pencurian.
Pencemaran oleh limbah
dapat merusak air laut yang berakibat banyak
ikan yang mati dan rusaknya
terumbu karang. Terumbu karang ini amat penting untuk menjaga ekosistem laut.
Ia terbentuk dari ribuan bahkan jutaan
kubik endapan batu kapur yang berasal dari berjuta-juta makhluk hidup renik
yang berwarna-warni (polip karang). Terumbu karang ini sangat disukai oleh
ikan-ikan laut karena banyak menyediakan makanan dalam jumlah besar yang
terdiri dari plankton. Pencemaran laut dan rusaknya terumbu karang dapat diakibatkan oleh pemboman laut,
pencurian, penjarahan maupun tumpahan minyak. Oleh karena itu laut harus dijaga
dan dilestarikan dari segala pencemaran dan perusakan yang lain agar laut dapat
memberikan hasil dan manfaat kepada manusia.
Setelah membaca gambaran
tentang pentingnya kekayaan laut Indonesia maka kemudian dalam buku
cerita ini kami menyajikan kisah tentang Anak-anak Laut di Kampung Nelayan.
Tokoh kita dalam cerita ini adalah Saprol, seorang anak nelayan sederhana yang
sehari-harinya bergumul dengan kehidupan laut, mencintai laut dan berusaha
menyelamatkan lautnya dari aksi jahat
sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Saprol juga tokoh cilik
yang pandai membangun desanya hingga menjadi desa yang terbuka dan banyak
dikunjungi oleh wisatawan dan pejabat negara.
Dari cerita ini diharapkan anak-anak
semakin mengenal dan memahami betapa
penting menyelamatkan dan melindungi lingkungan serta mencintainya sebagai salah satu karunia Allah SWT yang
sangat besar sehingga tumbuh kesadaran dalam diri anak-anak untuk
menjaga dan melestarikan laut serta alam sekitarnya.
Karya ini juga dipersembahkan
sebagai salah satu bentuk empati dan ucapan selamat terhadap pelaksanaan
WOC 2009 ( World Ocean Conference ) Konferensi Kelautan se Dunia yang
dilaksanakan mulai 11 s/d 15 Mei 2009 di Manado-Sulawesi Utara yang diikuti oleh
121 negara dan organisasi dunia.
Semoga buku cerita ini memberikan
manfaat dan berdaya guna bagi upaya melestarikan lingkungan, terutama memberi
motivasi dan pemahaman kepada peserta didik tentang lingkungan. Sebelum tulisan
ini kami akhiri, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua
pihak yang telah berperan dan mendukung sehingga buku cerita ini dapat kami
selesaikan. Kami menyadari bahwa sudah tentu jika karya ini masih jauh dari
target sempurna oleh karena itu kami menerima kritik dan saran demi terwujudnya
buku yang baik dan layak untuk dibaca.
Pasuruan,
02 Mei 2009
Ttd
Penulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar