Rabu, 05 Juni 2013

Cerita pendek : ANAK-ANAK LAUT


KATA PENGANTAR

            Indonesia dikenal sebagai Negara Maritim karena sebagian besar wilayahnya terdiri dari laut yang mengelilingi pulau-pulau besar dan kecil, sehingga Indonesia disebut juga sebagai negara kepulauan, karena terdiri dari 13000 pulau besar dan kecil yang membentang dan bertebaran dari Sabang sampai Merauke. Berbagai macam jenis flora dan fauna juga tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hutan tropis yang terhampar di Negeri Katulistiwa ini menyimpan berjuta macam jenis tanaman yang dapat digolongkan kedalam berbagai klasifikasi misalnya kelompok pangan yaitu padi, jagung dan buah-buahan. Kelompok sandang misalnya tanaman kapas dan kelompok  industri, misalnya  Pohon Jati, Sengon, rotan dsb. Kelompok tanaman sedap-sedapan juga cukup tersedia misalnya tembakau dan rempah-rempah serta obat-obatan misalnya jahe, kunyit dan sebagainya.
Berbagai jenis hewan yang dilindungi antara lain harimau, gajah, orang utan, badak dan kelompok reptilia / komodo serta satwa lain yang telah dibudidayakan.
            Kekayaan alam yang tak kalah penting yang harus di lindungi adalah ekosistem laut. Laut merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup dan hajat manusia termasuk satwa laut, apabila kekayaan laut tersebut dikelola dengan baik maka dapat menopang kekuatan ekonomi Bangsa Indonesia yang sedang terpuruk. Devisa negara non migas dari laut kita mampu menyelamatkan kondisi perekonomian Tanah Air menuju bangsa yang mandiri terutama mengantisipasi terhadap pengaruh pergerakan krisis ekonomi global. Kekayaan migas misalnya minyak mentah yang dihasilkan dari dasar perairan di lepas pantai. Disamping itu laut dapat dimanfaatkan oleh manusia khususnya masyarakat  nelayan terlatih sebagai tempat mata pencaharian utama misalnya menangkap ikan dan usaha niaga laut lainnya.
            Ikan sebagai salah satu sumber kekayaan utama laut merupakan sumber ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Berbagai jenis ikan dan aneka tambang misalnya minyak mentah dan batubara dapat digali dari dasar perairan laut kita. Pesona laut berupa pantai merupakan obyek wisata yang mampu menambah devisa negara sehingga  diharapkan mampu membantu merampungkan pembangunan  nasional lima tahunan maupun jangka panjang. Laut juga dapat dijadikan sebagai sarana  menghubungkan antara pulau yang satu dengan pulau yang lain sehingga tercipta sarana transportasi laut yang kuat dan modern. Seluruh potensi laut tersebut harus dikelola dengan baik dan profesional agar dapat memberikan kesejahteraan sebesar-besarnya bagi  rakyat Indonesia, oleh karena itu usaha untuk memberikan kesejahteraan dari kekayaan laut salah satunya adalah menjaga dan menyelamatkan laut dari berbagai kerusakan misalnya pencemaran dan pencurian.
Pencemaran oleh limbah dapat merusak air laut yang berakibat banyak  ikan yang  mati dan rusaknya terumbu karang. Terumbu karang ini amat penting untuk menjaga ekosistem laut. Ia terbentuk  dari ribuan bahkan jutaan kubik endapan batu kapur yang berasal dari berjuta-juta makhluk hidup renik yang berwarna-warni (polip karang). Terumbu karang ini sangat disukai oleh ikan-ikan laut karena banyak menyediakan makanan dalam jumlah besar yang terdiri dari plankton. Pencemaran laut dan rusaknya  terumbu karang  dapat diakibatkan oleh pemboman laut, pencurian, penjarahan maupun tumpahan minyak. Oleh karena itu laut harus dijaga dan dilestarikan dari segala pencemaran dan perusakan yang lain agar laut dapat memberikan hasil dan manfaat kepada manusia.
Setelah membaca gambaran tentang pentingnya kekayaan laut Indonesia maka kemudian dalam buku cerita ini kami menyajikan kisah tentang Anak-anak Laut di Kampung Nelayan. Tokoh kita dalam cerita ini adalah Saprol, seorang anak nelayan sederhana yang sehari-harinya bergumul dengan kehidupan laut, mencintai laut dan berusaha menyelamatkan lautnya dari aksi jahat  sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Saprol juga tokoh cilik yang pandai membangun desanya hingga menjadi desa yang terbuka dan banyak dikunjungi oleh wisatawan dan pejabat negara.
Dari cerita ini diharapkan anak-anak semakin mengenal dan memahami  betapa penting menyelamatkan dan melindungi lingkungan serta mencintainya  sebagai salah satu karunia Allah SWT yang sangat besar sehingga tumbuh kesadaran dalam diri anak-anak  untuk  menjaga dan melestarikan laut serta alam sekitarnya.
Karya ini juga dipersembahkan sebagai salah satu bentuk empati dan ucapan selamat terhadap pelaksanaan WOC 2009 ( World Ocean Conference ) Konferensi Kelautan se Dunia yang dilaksanakan mulai 11 s/d 15 Mei 2009 di Manado-Sulawesi Utara yang diikuti oleh 121 negara dan organisasi dunia.
Semoga buku cerita ini memberikan manfaat dan berdaya guna bagi upaya melestarikan lingkungan, terutama memberi motivasi dan pemahaman kepada peserta didik tentang lingkungan. Sebelum tulisan ini kami akhiri, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berperan dan mendukung sehingga buku cerita ini dapat kami selesaikan. Kami menyadari bahwa sudah tentu jika karya ini masih jauh dari target sempurna oleh karena itu kami menerima kritik dan saran demi terwujudnya buku yang baik dan layak untuk dibaca.

                                                                                    Pasuruan, 02 Mei 2009
                                                                                    Ttd
                                                                                    Penulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar