ABSTRAKSI
Menembus Batas Langit
Buku ini mengisahkan peristiwa
besar di zaman Baginda Rasul Muhammad saw. Peristiwa yang tak akan hilang dari
sejarah Islam dan peradabannya. Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab yang
dikenal banyak kalangan muslim disebut Isra’ Mi’raj. Peristiwa ini
menggambarkan perjalanan ritual Nabi saw Muhammad yang spektakuler dari Masjidil Haram ke
Masjidil Aqsa di Palestina lalu menuju ruang angkasa yang maha luas hingga ke
Sidratul muntaha sebuah singgahan akhir yang hanya di jangkau oleh Muhammad seorang tanpa pengawalan Jibril as.
Kisah ini di sadur dari Kitab “ Qissah al Mi’raj lil ‘Alamatil Najmi
al ddin al Ghaithi “ karya Syaikh Najamuddin al Ghaithi.. Perjalanan Isra’ wal
mi’raj Nabi saw diawali dari peristiwa menyedihkan yang bertubi-tubi menimpa
Nabi Muhammad saw. Peristiwa pertama adalah meninggalnya istri Nabi saw tercinta sayyidati Khodijah menjadi
awal duka Nabi saw, sosok istri yang sangat mencintai suaminya dan rela mengorbankan jiwa dan hartanya selama mendampingi perjuangan nabi saw menyebarkan Islam. Peristiwa berikutnya beliau ditinggal wafat pamannya terkasih bernama Abu
Thalib, dia orang yang sangat mencintai nabi dan seorang pembela Nabi saw dari ancaman orang kafir selama menyebarkan
agama Islam, sehingga Rasulullah amat berduka bahkan tahun tersebut beliau namakan
'Ammul huzni' artinya tahun duka. Sejak itu Rasulullah diperintah untuk melaksanakan Isra’ dan mi’raj. Banyak
peristiwa menarik dalam perjalanan yang tidak dapat diterima logika
ini sehingga Nabi saw saw dituduh tidak waras dan gila atas perjalanan yang tak masuk akal tersebut
sehingga hanya orang-orang yang beriman tinggi yang mempercayai perjalanan itu. Banyak hikmah dan kisah yang didapat dari perjalanan luar biasa
tersebut. Pertemuan dengan para nabi utama antara lain Musa dan Ibrahim as menjadi kisah menarik untuk diikuti. Kisah lain yang selalu mengiringi perjalanan beliau memiliki hikmah yang besar bagi umatnya hingga pada puncak nya yakni perintah shalat 5 waktu. Shalat adalah buah mi’raj Nabi saw yang sungguh monumental
dan mendasar sehingga setiap umat Islam
wajib melaksanakan ibadah shalat ini sebagai bentuk dan identitas tersendiri bagi umat Islam dalam beribadah kepada Allah swt dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari
Pasuruan, 10 Muharram 1426 H
21 Pebruari
2005 M Penerjemah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar